Habibie : engginer, nasionalisme, dan Ibu Ainun Sumpahku Terlentang, jatuh, perih, kesal Ibu pertiwi, engkau pengangan Janji pusaka dan sakti Tanah tumpah darahku Makmur dan suci Hancur badan tetap berjalan Jiwa besar dan suci Membawa aku padamu Padamu, Indonesia Makmur dan suci Tergetar dadaku mendengar sebuah puisi yang dbuat ketika beliau sakit keras dan berbaring seorang diri di rumah sakit. Sumpah dari seseorang yang sempat memimipn kita pada masa peralilah orde baru menuju reformasi. Seorang tenoktat terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Bukan hanya Indonesia, negara adikuasa sekaliber jerman mengakui kemampuanya. Ya, beliaulah Bacharuddin Jusuf Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Ha...