Skip to main content

Posts

RUANG TEGAL MUDA : WADAH BARU KONTRIBUSI PEMUDA TEGAL

Di awal januari lalu, beberapa media sosial seputar Tegal membagikan poster mengenai kegiatan ruang Tegal muda, salah sautunya mengenai kegiatan menanam seribu pohon di situs purbakala Semedo. Banyak yang bertanya-tanya siapa orang-orang dibalik ruang Tegal muda, apa tujuanya, seperti apa organisasisinya, dan sebagainya. ruang temu lahir dari sebuh keresahan mengenai masih sedikitinya ruang untuk berkontribusi untuk Tegal. Jika dikatakan bahwa pemuda Tegal tidak mau berkontribusi untuk membangun daerahnya, saya katakan itu tidak benar. Banyak pemuda Tegal yang ingin berkontribusi dan mengabdi, namun tidak ada tempat untuk mewadahi mereka, tidak ada tempat bagi mereka menyampaikan gagasan dan inovasi untuk Tegal. Maka seketika ketika sebuah pintu kontirbusi dibuka, tanggapan postiif muncul, bahkan tidak sedikit yang ingin langung bergabung dalam ruang tamu. Ini menandakan bahwa banyak pemuda Tegal yang peuduli dan ingin berkontribusi, mereka hanya butuh tempat untuk i...

MENJADI MAKNA

[MENJADI MAKNA] Bertahun-tahun yang lalu, Setiap menajalani aktivitas, kita selalu mencari makna yang terkandung didalamnya. Mencari sebaik-baiknya hal untuk diri kita. Mencari makna untuk membentuk dan mengembangkan pribadi. Sekarang ini, sembari Mencari makna, sudah saatnya pula kita  #MenjadiMakna . Bukan sekedar mencari untuk kepentingan diri sendiri, namun juga menyebarluaskan kebaikan yang kita dapatkan kepada orang-orang disekitar kita. #MenjadiMakna  bisa dilakukan dimana saja, untuk siapa saja, dan dengan cara apa saja.  #MenjadiMakna  adalah sebuah keniscayaan bagi yang meyakini bahwa kita tidak hidup di bumi sendirian dan bumi tidak datar. Selamat pagi dan selamat #MenjadiMakna

Mahasiswa pulang kampung

Mahasiswa pulang kampung Mahsiswa Sungguh asik sekali menjadi mahasiswa, menjadi sebagian kecil golongan rakyat indonesia yang dapat merasakan hangatnya bangku perkuliahan, bangganya pakai jas almamater, lengkapnya buku-buku di perpustakaan, ataupun cepatnya koneksi wi-fi kampus. Katanya, mahasiswa kuliah itu dibiyayai oleh uang rakyat, katanya. Saat ospek dulu, diajarkan ada yang namanya tri dharma perguruan tinggi,, pokonya berisi tiga pokok hal yang wajib dilakukan mahasiswa, yaitu pendidikan pegajaran, penelitian pengembangan, dan pengabidan pada masayrakat, sungguh mulia kalau memang mahasiswa sekarang sadar akan itu, amin.  Belum lagi dikenal mahasiwa sebgai iron stock, generasi yang akan melanjutkan perjuangan orang-rang terdahulu. Mahasiswa sebgai social control, yang harapanya dapat mengontrol gejolak sosial di negara ini, sebagai penyambung lidah rakyat, ya.. meskipun sekarang ini kebanyakan sibuk dengan social media masing masing. Mahasiswa sebagai agent of ...

[Finally Over : Semester 5]

[Finally Over : Semester 5] Dengan dikumpulkannya tugas Take Home Stratigrafi analisis beberapa hari yang lalu, Maka, secara resmi fase semester 5, semester yang saya rasa cukup berat selama berkuliah, dimana kewajiban akademik, amanah di organisasi, dan urusan pribadi saling berkelindan dan suskes meberikan kantung mata yang cukup tebal selama menjalaninya, kini telah sampai pada ujung senjanya. telah sampailah kita pada libur semester, berbagai agenda sudah di susun untuk melaksanakan Liburan semester dengan periode paling pajang selama saya berkuliah di kampus ini. Setidaknya tidak ada agenda yang mengundur kepulangan terlalu lama, tidak seperti semeter-semster sebelumnya.   Bertemu dengan keluarga di kampung halaman adalah “ritual” paling utama, terutama yang jadwal kepulanganya seperti pembayaran UKT, satu semester sekali. beberapa kawan bahkan sudah memesan tiket pulang jauh-jauh hari untu bertemu sanak saudara di kampung halaman. Ketika di jalan pulang, ...

ADVOKASI : SEBUAH AWAL

Gerakan advokasi di UGM lahir dikarenakan keprihatinan mahasiswa melihat semakin menjauhnya UGM dari visi kerakyatannya yang menyebabkan aksesibilitas rakyat untuk menimba ilmu di UGM menjadi terbatas. (Mahaarum, 2007). Yang terbaru adalah aksi 2 mei, bonbin, dan tukin.advokasi lahir dari masalah-masalah yang ada di kampus, mahasiswa berkumpul, bergerak untuk memperjuangkan apa yang mereka rasa benar. Advokasi adalah kementrian yang paling bertanggung jawab atas status bem kmft sebagai lembaga pergerakan. Advokasi inilah yang menggerakan teman-temanya untuk membela sesuatu yang mereka anggap benar. Ketia kader-kader advokasi sudah tidak memiliki kepedulian dan memberikan manfaat, bubarkan saja advokasi. Advokasi adalah sebuah keunikan. Dia melanggar hukum-hukum dasar klasik keorganisasian. Ketika hierarkhi Mashlow mengatakan bahwa manusia mengejar pemenuhan kebutuhan dunia dalam motivasi kerjanya, maka para kader Advokasi justru dituntut mengorbankan waktunya dan menjadikan...

TINGGAL 2 BULAN LAGI, MAU NGAPAIN?

[TINGGAL 2 BULAN LAGI, MAU NGAPAIN?] Bulan oktober adalah bulan yang spesial, Orang-orang Anglo Saxon Menyebut Oktober Sebagai “Winterfyllet” Atau “Winterfilth” yang aritnya kesempurnaan musim dingin bagi para penduduk inggris berasal dari suku-suku Jerman, bulan oktober adalah saat untuk membanguknan “greenday” dari tidur pulasnya selama bulan september. Bulan oktober pun menjadi saksi sumpah pemuda sebagai gerakan pemuda di indonesia pada saat itu. Dan bulan oktober kini mengingatkan mengenai masa-masa akhir lembaga-lembaga kampus yang notanbenya akan berakahir pada periode november/desember.  Teringat perjuangan awal tahun menysusun segala rencana dan program kerja. Adalah sebuah kewajiban untuk menrencanakan yang terbaik untuk satu tahun kedepan. Diskusi dilakukan untuk melakukan inovasi agar jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.  Seiring berjalanya waktu, hampir genap tujuh bulan disibukan menjalankan ritinitas agenda dan program yang telah direncanakan, sebagi...

The Miracle Of Istanbul - Fifteen Minutes That Shock the World

Dinding stadion Kemal Ataturk seperti setipis kertas. Dari kamar ganti Liverpool, sorak sorai pemain AC Milan di ruangan yang berbeda begitu jelas terdengar. Semua pemain Liverpool tertunduk lesu. Tak ada yang berani menegakkan kepala. Pada malam final Liga Champions 2004/05 itu, Milan memberikan pukulan telak kepada Liverpool. Milan mampu unggul 3-0 saat jeda. Bek veteran Paolo Maldini membuka keunggulan pada menit pertama pertandingan. Sebelum turun minum, Hernan Crespo menambahnya dengan dua gol. Awal yang sempurna. Tak mau disetir kemurungan, Rafael Benitez menghimpun nafas dan berdiri di tengah para pemainnya. Sang manajer sadar, dia hanya punya waktu 15 menit untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Ketika berjalan dari bangku cadangan menuju ruang ganti, benak Benitez dipusingkan mencari-cari kalimat dalam bahasa Inggris yang tepat untuk "menghidupkan" para pemainnya. Kalimat yang kemudian meluncur dari mulutnya sederhana saja. "Jangan tundukkan kepal...